Kampus Palembang menggelar rangkaian seminar, webinar, dan kuliah umum bertajuk “Digital Innovation and Social Entrepreneurship in Southeast Asia” pada Senin, 7 April 2026, yang melibatkan lebih dari 800 peserta dari berbagai institusi pendidikan dan industri. Acara berlangsung serentak di gedung Student Center dan platform daring, menandai komitmen kampus dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan digital bagi generasi muda.
Latar Belakang dan Signifikansi Acara
Kampus Palembang, yang telah berdiri selama 35 tahun sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi terkemuka di Sumatera Selatan, kembali menunjukkan dedikasinya dalam memfasilitasi pengembangan keilmuan dan keterampilan mahasiswa. Kegiatan akademik skala besar ini diselenggarakan sebagai bagian dari program “Palembang Campus Intellectual Engagement” (PCIE) yang dirancang untuk meningkatkan dialog antar akademisi, praktisi industri, dan entrepreneur muda.
Pemilihan tema transformasi digital dan kewirausahaan sosial dinilai sangat relevan mengingat posisi Palembang sebagai ibu kota Sumatera Selatan yang sedang berkembang pesat. Dengan pertumbuhan ekonomi digital yang mencapai 25 persen per tahun di wilayah tersebut, kehadiran pembicara kelas internasional diharapkan dapat membuka wawasan bagi akademisi dan praktisi lokal.
“Kami menyadari bahwa Indonesia, khususnya Sumatera Selatan, memiliki potensi luar biasa dalam pengembangan ekosistem digital. Namun, untuk mewujudkannya, diperlukan sinergi antara akademisi, industri, dan entrepreneur muda yang memiliki visi sosial. Itulah mengapa kami menghadirkan seminar trilingual kali ini,” ujar Dr. Muhammad Rizki Pratama, Rektor Kampus Palembang, dalam sambutan pembukaan acara.
Rangkaian Kegiatan dan Pembicara
Kegiatan dimulai pukul 08.00 pagi dengan seminar utama yang menghadirkan Dr. James Mitchell, seorang ahli transformasi digital dari Stanford University, dan Ibu Siti Nurhaliza, founder sekaligus CEO dari StartUp Social Indonesia yang berbasis di Jakarta. Kedua pembicara berbagi pengalaman dan best practice mengenai bagaimana teknologi digital dapat menjadi alat untuk memberdayakan komunitas lokal.
Dalam sesi pertama berjudul “Digital Transformation as a Tool for Social Impact,” Dr. James Mitchell memaparkan tren global dalam pemanfaatan teknologi untuk mengatasi masalah sosial. “Kami melihat bagaimana artificial intelligence dan machine learning tidak hanya menguntungkan secara komersial, tetapi juga dapat digunakan untuk memecahkan masalah sosial yang kompleks. Contohnya, aplikasi manajemen sumber daya alam yang kami kembangkan di Southeast Asia telah membantu petani lokal meningkatkan produktivitas hingga 40 persen,” kata Dr. Mitchell dalam presentasinya.
Ibu Siti Nurhaliza pun berbagi pengalaman bagaimana startup yang ia pimpin telah menginkubasi lebih dari 150 social entrepreneur muda di seluruh Indonesia. “Kunci sukses adalah memahami bahwa profit dan purpose harus berjalan beriringan. Kami membantu founder muda menemukan sustainable business model yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” paparnya.
Setelah seminar utama, acara dilanjutkan dengan empat sesi workshop paralel yang berlangsung hingga pukul 12.30 siang. Workshop pertama, “Building Your Digital Product from Zero to One,” dipandu oleh Muhammad Fajar Rahman, product manager dari sebuah perusahaan teknologi terkemuka di Singapore. Workshop kedua, “Social Business Model Canvas,” dipimpin oleh Dr. Eka Prihatin, dosen senior Kampus Palembang yang juga aktif melakukan riset tentang kewirausahaan sosial.
Dua workshop berikutnya mencakup “Digital Marketing for Social Enterprises” dan “Sustainable Funding: Grant, Investment, dan Partnership,” yang ditangani oleh praktisi dan akademisi berpengalaman. Peserta workshop diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dan menjalankan simulasi praktis.
“Workshop-workshop ini dirancang agar peserta tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga dapat langsung mempraktikkan konsep yang diajarkan. Dalam workshop Product Development, peserta bekerja dalam tim untuk mengembangkan prototype digital product mereka sendiri dalam waktu tiga jam,” jelas Dr. Tri Wulandari, Ketua Panitia Seminar, yang merupakan dosen dari Program Studi Manajemen Kampus Palembang.
Platform Webinar dan Jangkauan Virtual
Mengikuti tren pembelajaran hybrid, Kampus Palembang juga menghadirkan komponen webinar yang dapat diakses oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Webinar berlangsung melalui platform Zoom dan YouTube Live, dengan durasi dua jam pada sore hari (pukul 14.00-16.00 WIB). Topik webinar berfokus pada “Leveraging Digital Tools for Community Empowerment: Case Studies from Indonesia and ASEAN.”
Peserta webinar mencakai mahasiswa dari universitas di Lampung, Jambi, Bangka, dan daerah-daerah lainnya di Sumatera Selatan. Total peserta webinar mencapai 450 orang, melampaui target awal yang hanya 300 peserta. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat kalangan muda terhadap tema transformasi digital dan kewirausahaan.
“Kami sangat senang melihat bahwa peserta webinar tidak hanya dari Palembang, tetapi juga dari berbagai daerah. Ini membuktikan bahwa isu transformasi digital dan kewirausahaan sosial adalah isu yang universal dan relevan bagi semua kalangan,” ujar Hendra Kusuma, Direktur Pusat Pengembangan Kewirausahaan Kampus Palembang.
Kuliah Umum dan Dialog Interaktif
Puncak acara terjadi pada sore hari dengan kuliah umum berjudul “The Future of Entrepreneurship in Digital Age” yang disampaikan langsung oleh Dr. James Mitchell dan Ibu Siti Nurhaliza. Kuliah umum ini terbuka untuk publik umum, dan tempat duduk di gedung Student Center yang berkapasitas 600 orang hampir penuh terjamah peserta.
Dalam sesi dialog interaktif, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada pembicara. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul mencerminkan ketertarikan yang mendalam dari peserta, mulai dari bagaimana memulai startup dari nol, strategi fundraising, hingga bagaimana mengukur dampak sosial dari bisnis digital.
“Saya sangat terkesan dengan tingkat antusiasme dan kualitas pertanyaan dari peserta, terutama dari kalangan mahasiswa Kampus Palembang. Mereka menunjukkan pemahaman yang baik tentang ekosistem startup dan tantangan yang dihadapi entrepreneur muda,” komentar Dr. Mitchell setelah acara berakhir.
Dampak dan Harapan ke Depan
Para pejabat kampus mengharapkan seminar trilingual ini memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan kewirausahaan dan inovasi digital di Kampus Palembang dan sekitarnya. Beberapa mahasiswa yang hadir mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan inspirasi dan pemahaman baru tentang bagaimana menggabungkan passion mereka dengan penciptaan dampak sosial.
“Saya mahasiswa tingkat akhir dari Program Studi Informatika. Setelah mengikuti seminar ini, saya semakin yakin untuk melanjutkan ide aplikasi manajemen limbah plastik yang telah saya kembangkan sejak semester lalu. Workshop tentang product development sangat membantu saya memahami bagaimana membuat MVP yang viable,” kata Anisa Putri, salah satu peserta dari Kampus Palembang.
Rektor Dr. Muhammad Rizki Pratama mengumumkan bahwa pihak kampus akan membentuk “Digital Innovation Hub” yang akan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide mereka dan terhubung dengan investor serta mentor dari berbagai industri. Hub ini direncanakan akan diluncurkan pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027.
“Kami ingin memastikan bahwa momentum dari seminar ini tidak hilang begitu saja. Dengan pembentukan Digital Innovation Hub, kami akan terus mendukung mahasiswa dalam mengembangkan ide-ide inovatif mereka. Kami juga akan memfasilitasi networking antara mahasiswa dengan entrepreneur sukses, investor, dan pihak-pihak lain yang dapat membantu mewujudkan ide-ide mereka,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Muhammad Rizki Pratama juga mengumumkan akan ada kerjasama dengan StartUp Social Indonesia untuk menyelenggarakan program mentoring berkelanjutan bagi mahasiswa Kampus Palembang yang tertarik mengembangkan social enterprise. Program ini akan dimulai pada bulan Mei 2026 dan akan melibatkan 50 mahasiswa pilihan.
“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan kesempatan praktis bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi yang sudah sukses,” tambah rektor.
Penutup
Seminar, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan Kampus Palembang pada 7 April 2026 ini merupakan bukti nyata dari komitmen institusi dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan digital dan inovasi sosial. Dengan menghadirkan pembicara internasional dan praktisi berpengalaman, Kampus Palembang telah menciptakan platform pembelajaran yang tidak hanya teoritis tetapi juga praktis dan inspiratif.
Antusiasme peserta, baik dari kalangan internal kampus maupun eksternal, menunjukkan bahwa ada kebutuhan nyata akan pendidikan dan pelatihan dalam bidang transformasi digital dan kewirausahaan sosial di Sumatera Selatan. Dengan berbagai inisiatif tindak lanjut yang telah direncanakan, diharapkan Kampus Palembang dapat terus memainkan peran sebagai katalis untuk pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan dan berdampak sosial positif di wilayahnya.
Informasi Kontak:
Pusat Pengembangan Kewirausahaan Kampus Palembang
Jl. Sultan Mahmud Badaruddin II, No. 123
Palembang, Sumatera Selatan
Email: [email protected]
Telepon: (0711) 555-0123